Jumat, 09 November 2018
Teruntuk Kau yang Mengutamakan Penampilan
Minggu, 13 November 2016
3 Months in USA!
Omg, time surely flies so fast, eh? Sisa waktu saya 7 bulan lagi di negeri Paman Sam ini. Banyak hal yang terjadi dan berikut pengalaman baru saya selama di Amerika Serikat.
Perkenalkan saya Andi dari Makassar, Indonesia. Seorang siswa SMA yang beruntung diberi kesempatan untuk bersekolah sebagai pertukaran pelajar di Amerika Serikat.
Pertama kali sampai di negeri orang-orang berani ini, saya berada di Washington, DC guna mengikuti rangkaian orientasi. Setelah itu saya berangkat ke rumah Host Family atau keluarga angkat pertama saya di North Carolina. Saya berangkat sendiri ke North Carolina dengan pesawat United. Sesampai di bandara saya di jemput oleh Host-Mother saya atau Ibu angkat dan menuju ke rumah baru saya yang memakan waktu 2 jam dari bandara. Sesampainya, saya bertemu Host-Dad atau ayah angkat, Host-siblings atau saudara angkat saya. Adik saya cewe dan cowo. Awalnya mereka malu pada saya. Saya ingat sesampai disana saya segera tidur karena jetlag dan bangun pada jam 6 sore.
Saya bertemu kordinator saya yang mana adalah sahabat Host-mother saya juga kedua anaknya. Anak-anaknya sangat dekat dengan adik-adik saya. Kami juga sering bermain bersama. Selama di North Carolina, saya berkeliling kota kecil saya bersama host family. Saya juga pernah ke Sylvan Birds Park dan tempat itu memiliki banyak spesies burung termasuk salah satunya dari Indonesia!
Saya bersekolah di SMA publik yang memiliki 1500 siswa. Sistem pendidikannya berbeda dari Indonesia. Disini para siswa yang pergi dari kelas ke kelas atau moving class. Guru hanya tinggal di kelas dan menunggu muridnya. Saya memiliki 4 pelajaran dan 1 Homeroom setiap harinya. Homeroom class digunakan untuk belajar, mengerjakan PR, atau sekadar membaca buku. Pada jam makan siang, semua murid harus berada di Cafetaria dan tidak boleh berada di kelas. Pengunaan waktu sangat penting disini. Tidak boleh terlambat dan ketika ingin izin keluar kelas seperti ke toilet harus mengunakan pass atau kartu izin. Saya bersekolah disini kira-kira 3 minggu. Kelas yang saya ambil yaitu US History, Interior Design, Debate, dan Spanish.
Sebulan setelah berada di North Carolina, saya pindah ke New York dan mendapat keluarga angkat baru yang akan meng-hosting saya sampai masa program selesai. Saya dijemput oleh Hostfamily saya yaitu Host-mom, host-dad, host-sister, dan teman sekolah. Setelah dijemput kami singgah makan di restauran terdekat dari bandara. Saya tinggal di rural area atau desa. Jadi saya tidak tinggal di New York yang penuh bangunan dan pencakar langit melainkan penuh pohon dan pemandangan alam yang indah.
Karena saya berada di State lain, regulasi sekolahnya juga berbeda. Saya memiliki 8 pelajaran setiap harinya yang mana salah satunya adalah study hall. Study hall digunakan untuk belajar atau buat PR. Namun selama saya di sekolah baru saya ini, saya selalu melakukan kegiatan Community Service atau Volunteering. Mata pelajaran yang saya ambil disini adalah Choir (3x seminggu), Career Exploration, English, Film Studies, US History, Art History, Photography, Gym Class (2x seminggu). Saya juga aktif mengikuti klub seperti Yearbook Club, FBLA (Future Business Leader of America), Lego League (sebagai Volunteer). Saya sering mengikuti Field Trip sekolah ke beberapa Universitas New York State dan juga salah satu konferensi yaitu SADD. Untuk winter season saya mengikut Indoor Track di sekolah.
Banyak pengalaman baru yang saya lakukan disini seperti Homecoming. Homecoming adalah kegiatan olahraga di SMA Amerika Serikat yang diakhiri dengan Homecoming Dance. Selama homecoming week para siswa akan memakai baju berbeda tiap harinya sesuai tema. Homecoming dance adalah pesta untuk merayakan selesainya homeconing dengan berdansa.
Selain itu, saya juga merasakan Halloween disini. Saya melakukan Pumpkin Carving bersama Host Family saya. Lalu melukis di Labu untuk kegiatan Volunteering di gereja kota saya bersama teman sekolah dan anak pertukaran pelajar dari organisasi saya. Selanjutnya bermain di labirin jagung. Labirinnya sangat luas dan membingungkan tapi akhirnya saya dan teman-teman berhasil menemukan jalan keluar. Disusul pesta Halloween di salah satu rumah Host Family. Disana para pertukaran pelajar melakukan Pumpkin Carving untuk pertama kalinya, memakai kostum, makan-makan, dan main games. Kegiatan diakhiri dengan bermain di Rumah Hantu. Rumah itu sangat besar dan tenang hantunya hanyalah manusia. Rumah hantu itu terdiri dari 3 lantai dan 1 basement. Banyak ruangan yang harus dilewati. Pada hari Halloween tanggal 31 Oktober. Anak-anak dan remaja akan pergi dari rumah ke rumah untuk meminta permen dan coklat atau yang dikenal dengan Trick or Treat. Saya pergi bersama adik saya lalu bersama guru saya dan anak-anaknya. Hasilnya saya mendapat 1 tas penuh dengan coklat dan permen yang belum saya habiskan hingga sekarang.
Itulah pengalaman-pengalaman saya yang pastinya bukan sepenuhnya. Masih banyak hal yang terjadi dan akan terjadi. Terima kasih dan sampai jumpa di postingan selanjutnya!
Selasa, 28 Juni 2016
Lebaran Sebentar Lagi
Tepat satu minggu atau 7 hari menjelang lebaran Idul Fitri 1437 H. Sayangnya, momen Ramadhan yang saya habiskan lebih banyak di rumah daripada di luar. Memang, lebih baik berkumpul dengan keluarga. Tapi saya lebih suka beramai-ramai walau pun terkadang saya butuh waktu untuk sendiri. Ramadhan tahun ini kurang 'ramai' dibanding tahun kemarin. Namun, alhamdulillah saya tetap bersyukur masih diberi kesempatan oleh Allah SWT untuk merasakan Ramadhan tahun ini. Semoga panjang umur agar masih bisa merasakan Ramadhan-Ramadhan selanjutnya, aamiin 😇
Minggu, 26 Juni 2016
Kehidupan Kelas 10 : Bagian 3
Memasuki semester 2, kurikulum di sekolah saya diubah menjadi KTSP. Senang banget karena jadwal pulang menjadi lebih cepat (tapi percuma rapat organisasi setiap hari) dan pelajaran matematika berkurang. Kekurangan KTSP lebih banyak dibanding K13 yaitu tidak adanya jurusan di kelas 10 membuat pelajaran bertambah, PR numpuk, mencatat yang membuat siswa kurang aktif, dsb.
Di semester ini, saya mulai dekat dengan beberapa teman kelas khususnya di deretan bangku saya. Mereka sering menjadikan rumah saya sebagai tempat membuat praktikum, belajar kelompok, makan-makan. Padahal rumah saya dan sekolah cukup jauh yaitu sekitar 8 km. Kalau kalian bertanya kenapa saya sekolah di SMA saya, tolong baca Awal Mula Masuk SMA di post sebelumnya.
Di semester ini pula, saya sudah mengunjungi rumah teman-teman saya. Mungkin kalian berpikir itu hal yang biasa, tapi menurut saya mengunjungi rumah teman adalah hal yang baik. Saya senang karena akan mudah untuk kembali bersilaturahmi dengan teman-teman apalagi ketika sudah lulus SMA. Sayangnya, kesibukan organisasi membuat waktu saya terkuras. Saya menjadi tidak seperti beberapa anak remaja pada umumnya yang bebas jalan-jalan ke Mall yang terkadang membuat saya sedikit cemburu. Tapi lupakan masalah itu.
Hal terpenting yang mengubah hidup saya adalah mengikuti seleksi Bina Antarbudaya . Ini terdengar berlebihan, tapi mungkin jika saya tidak mengikuti seleksi tersebut, saya akan menyesal. Tetapi Alhamdulillah, saya mengikuti seleksi tersebut dan lolos sampai tahap akhir.
Teman bangku saya adalah satu-satunya teman yang sangat mendukung saya. Dia yang menulis surat rekomendasi 'Teman Dekat', membantu saya berlatih wawancara, mendengarkan ribuan curhatan saya dan apa yang telah saya lakukan setelah seleksi selesai. Saya sangat berterima kasih kepada teman bangku atau sahabat saya itu. Masa-masa kelas 10 saya mungkin kurang seru, tapi tanpa masa tersebut saya tidak akan bisa menjadi pribadi yang sekarang. Sifat-sifat SMP saya seperti manja, boros, pemurung mulai perlahan berubah menjadi mandiri, hemat, dan mulai ceria. Untuk teman kelas 10, kita memang terpecah belah menjadi beberapa grup. Tapi di sisi lain kita bisa kompak. Walau pun masa-masa itu ada permasalahan serius yang terjadi, ingatlah itu adalah salah satu proses untuk menuju kedewasaan. Jangan lupakan satu sama lain, karena di masa depan kita akan berkumpul menceritakan cerita sukses masing-masing.
Kehidupan Kelas 10: Bagian 2
Masa putih abu-abu resmi dimulai. Gak terasa, saya sudah beranjak remaja saat itu (sampai sekarang masih remaja juga sih). Masa dimana beradaptasi dengan tempat, orang-orang, suasana baru. Khususnya dengan teman dan guru. Juga penyesuain diri dengan pelajaran yang semakin berat ditambah beberapa guru killer.
Sayangnya, di awal kelas 1 saya masih menjadi seorang 'anime freak' atau anak yang kecanduan nonton anime. Gak tanggung-tanggung, pernah saya menonton anime lewat handphone saya ketika seorang guru menjelaskan. Saya sih biasa saja karena saya kan duduk di bangku paling belakang *JANGAN DITIRU* tapi teman bangku saya yang rese-suka belajar-serius ini malah memarahi saya sambil bisik-bisik. Akhirnya saya hanya menonton setengah episode namun melanjutkannya saat jam istirahat.
Karena masih kelas 1, gak tanggung-tanggung banyak organisasi yang mempromosikan dengan menggiurkan. Sampai-sampai saya mengikuti 3 organisasi besar dan akhirnya keluar dari kedua organisasi tersebut, duh.
Nah, satu organisasi yang tidak saya tinggalkan ini adalah OSIS. Tujuan saya ikut itu untuk mendapat pengalaman berorganisasi dan agar bisa menjawab di formulir 'pernah masuk organisasi...?' Hehe. Ga deng, iya sih.
Singkat cerita, dikarenakan kesibukan organisasi ini yang luar biasa, membuat saya kurang dekat dengan teman sekelas tak terkecuali teman bangku saya. Saya akui saya baru benar-benar dekat dengan teman bangku saya saat semester 2 dan butuh waktu untuk membuat dia percaya dengan saya hiks.
Saya ingat kejadian ulangan Matematika. Saat itu sekolah saya masih menggunakan kurikulum 2013 atau K-13. Kebetulan yang diprediksi, sibuknya kegiatan organisasi (dulunya) membuat jadwal belajar saya agak kacau. Sampai-sampai saya gak bisa mengerjakan soal ulangan. Saya pun mencoba jalur yang miring yaitu dengan menyontek. Sudah tahu kan teman bangku saya ini anak yang pintar dan otak encer? Tentu saja pasti dia bisa mengerjakan soal dengan lancar. Saya menolehkan kepala saya kepada dirinya. Tebak apa yang terjadi pemirsa? Dia mengambil buku tulis dan menutup wajah dan lembar jawabannya sambil menulis. Membuat batasan agar mata saya tidak bisa melihat jawabannya. Sudah dapat diketahui nilai saya dan nilai dia bagaimana. Ya, saya mendapat nilai yang jauh dibawah KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) sedangkan teman bangku saya ini jauh diatas KKM 😊
Masa kelas 1 yang indah, bukan? Sampai sekarang kalau saya bercerita tentang itu, kami berdua hanya tertawa geli mengenai betapa pelitnya teman bangku saya ini. Tapi memberi saya motivasi agar belajar dengan giat.
Jumat, 24 Juni 2016
Kehidupan Kelas 10 : Bagian 1
Menjadi anak baru di SMA sendiri di antara anak-anak baru. Maksudnya adalah saya tidak memiliki teman dari SMP maupun SD yang bersekolah di SMA saya. Itu sangat pantas karena saya berasal dari sekolah di lain provinsi. Otomatis, saya harus mencari teman yang benar-benar baru.
Di mulai saat pra-MOS (Masa Orientasi Siswa), seorang siswi perempuan yang satu gugus dengan saya mengenalkan dirinya. Akhirnya kami duduk bersama selama MOS. MOS yang saya ikuti berbeda karena memasuki bulan puasa. Jadi saya mengikuti pra-MOS selama 2 hari lalu Peskil (Pesantren Kilat) kira-kira 3 hari, kemudian dilanjutkan dengan MOS selama 3 hari. Saat peskil saya berpisah dengan teman pertama saya ini, karena kelas Peskil dibagi menjadi 3 yaitu kelas A, B, dan C. Saya ditempatkan di kelas A, sedangkan dia di kelas C. Untungnya, ia memiliki teman di kelas A dan mengenalkan temannya itu kepada saya. Akhirnya saya duduk bersama teman kedua saya ini yang ternyata tidak bosan duduk selama 2 tahun bersama saya. Ya, itulah awal perkenalan saya dengan sahabat saya di SMA.
Pertama-tama, saya dan sahabat saya ini masih canggung dan berbicara dengan logat yang sopan. Dia agak tertutup untuk orang yang baru dia kenal, kurang lebih sama seperti diri saya saat itu. Oh ya pengalaman terunik dan lucu bagi kami berdua adalah saat peskil. Waktu itu saya sangat takut naik ojek, saya juga belum bisa mengendarai sepeda motor. Alhasil saya harus diantar-jemput. Namun, hari itu tidak ada yang bisa menjemput saya. Sahabat saya ini sudah ingin pulang dengan ojek tapi saya melarang dia. Saya memberi tahu dia bahwa saya takut naik ojek karena tampang supir ojek sangat menakutkan. Sahabat saya ini orang yang baik, dia lebih mementingkan orang lain dibanding dirinya. Akhirnya kami berjalan kaki bersama di tengah teriknya matahari di bulan puasa. Iya, berjalan kaki! Dan jarak dari rumah ke sekolah itu sekitar 2 km. Oh ya, rumah kami saat itu memang berdekatan. Di tengah perjalanan, kami saling berbagi cerita yang membuat kami semakin dekat. Peskil pun berakhir, saya memang satu gugus dengan sahabat saya tapi berbeda bangku. Saya kembali duduk dengan teman pertama saya dan menjalani MOS. Saya ingat saat hari terakhir MOS, kami pulang jam 5 sore yang membuat hampir seluruh siswa kelas 10 komplain tapi apalah daya kami, seorang guru yang sekaligus pembina osis mengatakan tidak usah komplain karena ini adalah hal yang sekali seumur hidup. Setelah MOS selesai, pembagian kelas diumumkan. Ternyata teman saya memilih kelas IIS atau IPS sedangkan saya memilih kelas MIA atau IPA. Sejak saat itulah kami terpisah dan apabila ketemu mungkin hanya bertegur sapa.
Sahabat saya kala itu memberi tahu saya bahwa dia memilih jurusan MIA yang sama seperti saya. Saya membuatnya berjanji apabila kami di kelas yang sama, saya dan dia harus duduk bersama. Dia adalah tipe anak yang berjanji apabila bisa ia tepati dan tidak akan berjanji apabila tidak mampu atau ingin. Masa-masa kelas 1 pun dimulai dengan saya dan sahabat saya ini duduk di kelas X MIA 2.
Dan dibangku paling belakang *gubrak*
See you tomorrow!
Kamis, 23 Juni 2016
Awal mula masuk SMA
Awalnya masuk SMA saya sendiri itu agak sedih ya, karena sekolah saya agak terpencil dan paling jauh (juga bukan favorit). Kadang bahkan orang-orang bertanya "Hah, dimana SMA kamu?" " Saya ga nyangka SMA kamu itu ada". Rasanya tuh nyakko alias nyesek. Tapi mau gimana lagi, saya pindahan dari luar Provinsi walaupun memang saya lahir di kota saya sekarang tapi saya SD dan SMP di provinsi lain. Saat mendaftar, saya harus ikut jalur PPDB Online sebagai angkatan percobaan (yang sampai sekarang PPDB Online masih berjalan). Saya ingin masuk sekolah favorit di kota saya sekarang, tapi apalah daya kuota hanya 2% untuk anak daerah dan provinsi lain dengan nilai tertinggi yang lolos dan saya tidak termasuk dari 2% tersebut. Alhasil saat pengumuman, saya bingung bahkan menangis gak tau akan sekolah dimana. Akhirnya, tetangga Om dan Tante saya yang mana guru (juga wakasek) di SMA saya sekarang menawarkan saya untuk masuk. Saya hanya perlu mengumpulkan berkas saya ke beliau juga wawancara di SMA tersebut. Beliau termasuk guru yang tegas dan disegani di sekolah saya, itulah mengapa saya masuk dengan lancar. Ya, banyak yang berpikir saya 'Letjen (lewat jendela)' dsb. Saya akui itu benar, tapi saya tidak membayar uang satu rupiah pun saat masuk di SMA saya.
Kesan pertama saat masuk di SMA saya buruk. Infrastruktur jalan yang berbatu (bahkan sampai sekarang), apabila hujan jalan berbatu akan licin, karena sekolah saya saat itu belum di paving block maka saat cerah akan berdebu dan hujan akan becek. Pokoknya saya gak betah sekolah. Saat MOS banyak teman-teman yang heran mengapa saya mau masuk di SMA saya ini. Apalagi ketika tahu kalau saya cukup bisa dalam pelajaran, mereka berkata "Kenapa sekolah disini? Kamu salah sekolah" dsb. Dulu saya berpikir itu benar. Saat saya masuk pun saya membuat orang tua saya berjanji untuk memindahkan saya sekolah di SMA favorit yang saya idamkan walau pun gak terjadi karena saya sudah terlanjur suka dengan sekolah dan teman-teman saya disini. Akhirnya setelah 6 bulan bersekolah, saya memutuskan untuk tidak pindah. Banyak faktor yang membuat saya untuk tidak jadi pindah sekolah diantaranya finansial, jauhnya jarak SMA favorit tsb dari rumah saya, harus beradaptasi lagi, meninggalkan teman-teman dekat saya disini khususnya teman bangku saya yang sudah saya anggap sahabat sendiri karena dia telah banyak membantu dan menemani saya dikala senang atau pun sedih (saya duduk dengan dia selama kelas 1 dan 2 SMA). Saya pun tidak jadi pindah dan di kelas 1 SMA inilah yang membuat saya 180° berbeda dari diri saya saat SMP. See you tomorrow for next part!
Selasa, 21 Juni 2016
Tipe Orang yang Gak Puasa di Bulan Ramadhan
Ada beberapa tipe orang-orang yang gak puasa di bulan Ramadhan:
1. Ibu hamil dan menyusui: Ini wajar ya, karena sang Ibu perlu nutrisi yang cukup buat si dedek bayi. Puasanya bisa diganti atau fidyah.
2. Musafir: Orang yang melakukan perjalanan jauh dan tidak sanggup berpuasa. Biasanya karena bepergian ke zona waktu yang berbeda maka waktu berbuka akan gak teratur. Puasa bisa diganti setelah bulan Ramadhan.
3. Perempuan berhalangan: Setiap bulannya perempuan selalu kedatangan tamu yaitu 'datang bulan'. Ini yang paling nyesek, mau di awal, pertengahan bahkan saat akhir ramadhan menjelang idul Fitri si 'datang bulan' datang! Haduh sedihnya. Puasanya diganti setelah bulan Ramadhan.
4. Sakit: Orang yang sakit dan tidak sanggup berpuasa diperbolehkan untuk tidak puasa. Jadi kalau cuma batuk biasa saja ya tetap harus puasa. Puasanya juga bisa diganti setelah bulan Ramadhan atau Fidyah.
5. Masih kecil: Dedek-dedek kecil yang di bawah umur masih boleh tidak berpuasa tapi sebaiknya diajarkan sejak dini (saran: 7 tahun) untuk berpuasa walaupun setengah hari. Gak perlu ganti puasa, kan belum akil baligh hehe.
6. MALAS: Ini nih yang paling nyebelin. Alasannya ketinggalan sahur, lupa, atau gak sanggup. Haduh, kalau sudah akil baligh ya harus puasa lah kecuali termasuk tipe-tipe di atas. Ini sikap yang harus diubah!
Sekian tipe-tipe orang yang gak berpuasa. Tetap semangat puasanya untuk meraih pahala dan Ridha-Nya aamiin 😇
Minggu, 19 Juni 2016
Barang bekas
Sekadar curhat aja, sinetron India 'Barang Bekas' sangat digemari emak-emak di Indonesia termasuk emak saya sendiri. Episodenya ratusan bahkan ribuan, dramanya berkepanjangan, kalau lagi intens pasti wajah pemerannya satu per satu di zoom in. Kalau lari diperlambat, ditabraknya persis sinetron Indonesia yaitu tetap tinggal di jalan malah gak lari dan akhirnya ditabrak. Terima kasih sinetron yang membuat anak-anak menjadi dewasa sejak dini dan berhasil membuat emak-emak menyita televisi dari sore hingga malam bahkan sampai menunda sholat Maghrib :)
Jumat, 10 Juni 2016
Tradisi Bukber (Buka Bersama)
Entah kapan tradisi ini dimulai tapi acara "bukber" atau Buka Bersama adalah salah satu cara bersilaturahmi dengan kerabat. Biasanya juga dijadikan ajang reuni dengan teman-teman sekolah. Akan ada saja kenangan yang bisa diceritakan juga cerita masa-masa sekarang.
Kalau orang-orang berpikir bahwa bulan Puasa adalah waktu yang tepat untuk menabung sepertinya ungkapan itu salah bagi yang memiliki banyak kegiatan bukber (kecuali kalau makanannya gratis hehe). Namun bukber tidak bisa juga disepelekan. Karena setelah bulan Puasa berakhir, akan sulit mencari waktu untuk berkumpul dengan kawan lama. Mungkin bisa berkumpul tapi di bulan Puasa berikutnya. Apa kalian jamin masih bisa hidup tahun depan? Aamiin yaa.
Bukber gak berarti harus BSS juga alias Bayar Sendiri Sendiri. Biasanya kalau dapat undangan bukber secara formal ya tentu saja makanannya G-R-A-T-I-S! Kalau pelajar pasti langsung otw yaa hehe.
Bukber juga gak wajib kamu ikuti kalau dompet kamu lagi kering apalagi kalau sistemnya BSS, duh! Mending makan di rumah dengan masakan emak yang enak, gratis, sehat lagi!
Oke deh, sekian tradisi bukber menurut pendapat saya ya. Sampai jumpa dengan pos gaje berikutnya!
#SalamGaje
Kamis, 09 Juni 2016
30 Days Writing Challenge
Childhood
I remember I played with paper doll all alone on 4th grade cause' I had no friends at home. Let all my imaginations out and lived in my secret fantasy world.
I remember I wanted a Playdoh so bad but my parents didn't bought it for me because maybe it was too pricey and I understand it now.
I remember I wanted to play 'The Sims' game on laptop till I bought the CD. I couldn't install the game and accidently, I broke the CD.
I remember I played alone when it's rained. It was so fun and yes, I still remember that day and what I wore which is a white T-Shirt.
I remember I used to have friends who are younger than me so that I had to give up for them in order to make them happy.
What an introvert child I am. It doesn't mean I was an anti-social kid, but it's just there are no kids same age as me in my neighbourhood.
Selasa, 07 Juni 2016
Kuliah? Kayaknya masih lama kok..
Itulah yang dipikirkan anak SMA kelas 1, 2 bahkan kelas 3. Persepsi kalian salah besar. Justru di masa-masa SMA ini penentuan akan kemana kalian melanjutkan kehidupan, apakah itu kuliah di PTN, kuliah di luar negeri, kerja, gap year (tahun kosong maksudnya kalian yang lulus SMA nggak langsung kuliah namun kerja, travelling, dsb), atau pun bahkan menikah. Itu sih terserah kalian sendiri. Sekarang ini saya sudah naik kelas 3, tapi saya akan mengambil gap year alias tahun kosong itu lebih dulu dengan Insya Allah mengikuti program pertukaran pelajar. Dengan begitu terhitung dari sekarang saya memiliki waktu 2 tahun lagi dibangku SMA. Masih lama untuk mikirin kuliah? Nggak. Justru sekarang saya pusing dengan sistem perkuliahan. Sekarang saya sudah memiliki tujuan masuk di PTN Favorit saya dan Jurusan yang saya inginkan. Saya nggak sabar untuk kuliah tapi saya merasa tidak pantas karena kurangnya kesiapan saya. Maka dari itu ini tips saya bagi yang memantapkan hati melanjutkan kuliah khususnya di PTN. Tipsnya saya tulis setelah banyak membaca artikel-artikel di internet maupun tips dari mahasiswa PTN favorit. Here we go:
TIPS LOLOS SBMPTN
1. Fokus SBMPTN daripada UN
Seperti yang kita tahu, setiap tahunnya, kelulusan UN meningkat sampai 98% bahkan mulai tahun ini, Bapak Menteri Pendidikan Anies Baswedan menyebutkan bahwa "UN bukan lagi penentu kelulusan" yang berarti semua siswa pasti lulus SMA tentunya dengan syarat-syarat lebih spesifik seperti kehadiran dsb. Saya pernah mendengar tingkat kesulitan SBMPTN adalah UN^3 . Alias 3 kali lebih sulit dari UN! Untuk itu sebaiknya fokus mempelajari SBMPTN yang tentunya apabila telah dikuasai pastilah UN is just a piece of cake!
2. Belajar, belajar, belajar!!!
Kalian pasti tidak bisa berada dibangku SMA apabila kalian tidak belajar. Orang malas (di sekolah) sekali pun pasti pernah belajar! Ya iyalah namanya aja pelajar. Namun untuk mengikuti ujian khususnya SBMPTN kalian perlu mengatur waktu dengan baik. Saya pernah membaca bahkan kakak-kakak mahasiswa baru PTN sanggup belajar sampai jam 3 pagi. Bahkan bolos sekolah (untuk yang kelas 3) hanya untuk belajar SBMPTN. Memang kalian akan merasakan penat atau lelahnya belajar tapi yakinlah kalian mendapatkan kemanisan atau keberhasilan setelahnya. Manjadda Wa Jaddah! Siapa yang bersungguh-sungguh, dia yang akan berhasil.
3. Jangan mengandalkan SNMPTN
Ini pengalaman kakak-kakak kelas 3 yang hanya fokus UN dan tidak belajar untuk SBMPTN maupun ujian mandiri. Alhasil, mereka tidak lolos SNMPTN dan kelabakan untuk belajar materi SBMPTN yang rumit. Memang benar halnya, walau pun saya belum pernah mengalami rangkaian tes masuk PTN, kita tidak bisa mengandalkan jalur undangan alias SNMPTN ini. Logikanya seperti, kita berfikir untuk lulus melalui lotri yakni tanpa usaha yang saingannya ribuan! Memang SBMPTN juga ribuan bahkan lebih banyak, tapi jika kalian telah siap tiket lulus di SBMPTN sangat dekat digenggaman.
4. Jangan pikir apa yang orang lain katakan
Mungkin sekarang kalian merasa tidak ada apa-apanya. Banyak yang merasakan hal ini karena merasa kurang mampu, tidak berprestasi, tidak mendapat peringkat di kelas, atau pun berasal dari SMA biasa (bukan favorit). Pasti akan ada saja yang mengejek kalian dengan salah satu faktor di atas. Jangan putus asa atau sakit hati! Buat mereka yang mengejek kalian tercengang yaitu kembali ke poin 2 dengan belajar, belajar, belajar! Kalian pasti kepikiran dengan ejekan mereka, tapi itu hal yang lumrah kok. Maka dari itu tunjukan ke mereka bahwa kalian bisa. Hasilnya memang belum terlihat sekarang tapi tunjukan ke mereka hasilnya kemudian. Semangat!
5. Niat, Keyakinan, Usaha, dan Doa
Last but not least, Niat. Ini hal yang penting. Niat itu bagaikan fondasi, tanpa fondasi semua akan hancur. Dengan niat kita akan lebih mudah dan mantap untuk mengerjakan dan mengejar cita-cita. Dan apakah kalian percaya dengan kekuatan keyakinan? Yup, apabila kalian yakin atau percaya dengan sesuatu pastilah akan terwujud namun harus dibarengi dengan usaha dan doa. Banyak orang yang pesimis, tapi karena adanya keyakinan di lubuk hati mereka, apa yang mereka yakinkan terjadi. Kita boleh optimis atau percaya diri tentang apa yang akan kita dapatkan. Tapi jangan berlebihan. Segala sesuatu hal yang berlebihan hanya membawa sakit hati. Maka dari itu untuk mewujudkan harapan dilakukan dengan doa. Doa sangat mujarab karena semakin kita berdoa dan berusaha untuk apa yang kita inginkan, maka apa yang kita inginkan semakin dekat juga. Doa adalah tempat kita berharap, berkeluh kesah, meminta permohonan dsb karena doa merupakan komunikasi dengan Tuhan. Niat sebagai fondasi, usaha sebagai tembok/batu-bata, keyakinan sebagai cat, dan doa sebagai atap. Dengan itu semua maka rumah/hal yang diinginkan akan tercapai.
Sekian tips dari saya, tanpa niat, usaha, keyakinan, dan doa, apa yang diharapkan tidak sesuai yang diharapkan. Maka dari itu ke-4 pilar tersebut tidak bisa terpisah. Semangat para pejuang SBMPTN, semoga lulus di PTN Favorit dan mencapai cita-cita yang membanggakan orang tua, keluarga, teman, dam nusa dan bangsa.
Salam,
Andi Annisa TR
(Harapan penulis: semoga saya bisa mengaplikasikan apa yang telah saya tulis dan dapat berguna bagi para pembaca ☺)
Marhaban Ya Ramadhan
Yup, holy ramadhan is here!!!
Hari ini hari kedua puasa di bulan Ramadhan, gak kerasa 28 hari lagi Idul Fitri. Masih lama ya? Gak juga, kalau misalnya hari ini Idul Fitri nah untuk Idul Fitri selanjutnya baru lama sekitar 365 hari lagi. Jadi buat yang sekarang berpuasa, semangat!! Hari kemenangan akan sebentar lagi digenggaman kita buat orang yang sabar. Mungkin hanya saya atau memang segilintir orang yang merasa di bulan puasa itu banyak rintangan.. kalian juga? Yup, setelah melewati puasa-puasa yang lalu dan di bulan ini rasanya cobaan menimpa dari berbagai hal. Mulai di rumah, di jalan, bahkan di tempat umum. Kesal itu pasti ya, tapi kalau kita sabar dan menerima apa yang dihadapi, insya Allah pasti akan ada jalan keluar. Sekian postingan gaje saya, selamat berpuasa! 😊
Ingat saat berpuasa jangan minum apalagi makan.