Pages

Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 27 November 2015

Drama 6 Orang Bahasa Indonesia "Kasih Sayang Seorang Ibu"



“KASIH SAYANG SEORANG IBU”
Pemeran :

·         Hanifa : sebagai Nila . seorang anak yang berprestasi, baik, sopan, penyayang. Namun semua berubah saat temannya mulai mengejeknya.
·         Annisa : sebagai Ibu Nila, ia sangat penyayang dan rela melakukan apapun demi anaknya.
·         Aifah : sebagai teman Nila dan Maul, ia keras kepala, sombong, pendendam, dan suka mengejek.
·         Micha : sebagai dokter dan Ibu Maul, sangat baik.
·         Maul : sebagai teman Nila dan Aifah, ia baik tetapi mudah dipengaruhi.
·         Dian : sebagai guru di sekolah, baik

                
                 Di suatu pinggiran kota hiduplah seorang ibu yang memiliki kekurangan dan ditemani oleh anak semata wayangnya. Ia bernama Nila. Ia bersekolah di salah satu sekolah favorit karena mendapat beasiswa atas prestasinya. Ibunya sangat bangga dan sangat menyayanginya .Di sekolah Nila seorang anak yang berprestasi, juga baik dan sopan . Walaupun ia masih baru di sekolah itu , tapi namanya sangat popular di kalangan para guru dan teman-temannya .Diantara temannya yaitu Aifah dan Maul .Mereka agak sombong apalagi setelah tahu keadaan Ibu Nila.
                Di suatu pagi yang cerah, Nila bergegas pergi kesekolah.
Nila : Ma, aku berangkat ke sekolah dulu ,ya. *menyalami tangan ibunya*
Mama : Iya nak, hati-hati dan belajar yang giat.
Nila:  Iya ma. Assalamu’alaikum
Mama : Waalaikumsalam
                Nila berangkat kesekolah dengan penuh semangat. Namun ia lupa membawa kotak bekalnya .Ibunya berniat mengantarkan kotak bekal ke sekolah Nila.
Mama: Ini bukannya kotak  bekal Nila? Dia pasti lupa membawanya. Apa aku antar ke sekolahnya saja? Baiklah aku akan bawakan saja .  
                Bel telah berbunyi, Nila  memulai pelajaran olahraga di lapangan . Di tengah pelajaran olahraga , terdengar ada yang memanggilnya.
Mama :  Nila Nila !!
Nila : *berbalik terkejut*
Aifah : Itu mama kamu , Nil ? *menatap sinis*
Maul :  Hah? Kok pincang gitu? Itu beneran mama kamu ?
Nila : Hmm *pergi dan menghampiri mamanya*
Mama :  Ini bekal kamu, tadi ketinggalan . Jadi mama bawain ke sekolah.  *memberikan kotak bekal*
Nila : Mama kok dateng kesini sih? Temen-temen aku pada liatin mama dan mulai mengejek aku. *meninggalkan mamanya*
Mama : Astagfirullah , ada apa dengan anak itu.  *jalan pulang*
                Mama Nila telah pulang , sementara itu Nila diejek oleh Aifah dan Maul.
Aifah : ihh , aku ngak nyangka ternyata mama kamu cacat .
Maul:  hahaha ….. katanya orang berprestasi tapi sayang mamanya gitu.  
Aifah :  Dasar ngak tau diri! Masuk di SMA ini lagi
Maul : Pergi sana!
Nila :  Kalian kenapa sih ? Memang salah kalau keadaan mama aku begitu ? Itukan sudah takdir . *meninggalkan lapangan dan merasa sedih*
                Pelajaran olahraga telah usai .Waktunya istirahat.  Semua murid menuju kantin namun tidak dengan Nila. Ia pergi ke taman sekolah untuk menyantap bekal yang diantarkan oleh ibunya. Tidak sadar air matanya menetes .
Nila :  Kenapa sih teman-teman pada ngejek aku .Emang apa salah aku? Memang keadaan mama begitu tapi itu semua sudah takdir, kan .  
                Bel masuk berbunyi , pelajaran Bahasa Indonesia segera dimulai . Nila masuk kelas dengan mata sembab.
Guru : Assalamu’alaikum
Murid :  waalaikumsalam Bu.
Guru :  Baiklah kita akan melanjutkan materi .  
    Ibu guru melihat kearah Nila
Guru :  Lho Nila , kok matanya sembab begitu? Kamu habis nangis ya? kamu kenapa?
Nila :  E- enggak bu ,tadi Cuma kelilipan aja.
Guru :  Kalau begitu kita lanjutkan  materi
Aifah :  Huu, Dasar anak cengeng!
Maul :  payah , masa gitu aja nangis.
 Guru : Sudah sudah , kalian ini
                Jam pulang telah berbunyi . Semua murid bergegas untuk pulang. Nila telah tiba di rumah. Ia masih kesal dengan ibunya atas kejadian di sekolah tadi pagi.
Mama :  Nak makan dulu.
Nila :  Iya
Mama :  Kamu kenapa Nila?
Nila :  Mama !! Gara-gara mama tadi datang ke sekolah, teman-teman aku pada ngejek aku.
Mama : *batuk batuk* kalau begitu maafin mama, nak. Mama gak bermaksud begitu.  *batuk batuk*
                Nila pergi meningalkan rumah. Sementara batuk mamanya semakin parah. Memang semenjak kejadian itu, sikap Nila berubah drastis. Tidak seperti biasanya.
                Karena batuk Mama Nila semakin parah , akhirnya ia pergi ke rumah sakit dengan menggunakan BPJS . Sesampainya di rumah sakit ia bertemu Dr. Selya
Mama :  uhuk uhuk … Assalamu’alaikum , dok
Dokter : Waalaikumsalam ,bu . Mari saya bantu bu
Mama : Terima kasih , dok
Dokter : *sambil memeriksa* apa keluhan ibu ?
Mama : Sepertinya batuk saya semakin parah dok, padahal awalnya hanya batuk biasa
Dokter : Jadi bagaimana penanganan awal ibu?
Mama :  Saya hanya minum obat batuk dari warung.
Dokter : Sepertinya ibu juga kelelahan, ibu jangan memaksakan diri . Ini resep obatnya dan jangan lupa istirahat yang cukup.  
                Wajar bila Mama Nila kelelahan . Ia memang pekerja keras karena ia yang menghidupi Nila seorang diri. Apapun ia kerjakan yang penting itu hahal dan itu semua hanya untuk anaknya, Nila. Sikap nila makin hari makin tidak terkontrol . Ia seakan=akan menjadi anak nakal dan tidak sopan .
                Pada waktu itu, Maul datang menemui mamanya, Dr.Selya. Ia berpapasan dengan Mama Nila di pintu masuk rumah sakit.
Maul : Ma, yang pake tongkat tadi pasien Mama?
Dokter : Iya, emang kenapa? kamu kenal?
Maul : Iya, itukan ibu teman aku
Dokter :  Berarti teman kamu itu sangat beruntung . Walaupun keadaannya begitu, ia sangat menyayangi anaknya itu dan rela melakukan apapun hanya untuk anaknya .
Maul : ohh begitu  
                Hari demi hari berlalu , Maul semakin merasa bersalah dan menyesal karena telah mengejek Nila. Maul berniat meminta maaf pada Nila tanpa sepengetahuan Aifah.
Maul : Nil, Nila sini dong  
Nila :  Iya, kenapa? Mau ngejek aku lagi?
Maul : Enggak kok, Nil . Aku cuma mau minta maaf
Nila :  Nggak usah sandiwara deh, pasti kamu cuma mau ngerjain aku lagi .
Maul : Aku beneran minta maaf sama kamu, Nil. Maafin aku ya? Karena aku udah sering ngejek kamu. Aku benar benar menyesal.
Nila :  baiklah, aku maafin kamu tapi jangan sampai diulangin lagi, ya.
                Ternyata Aifah mendengan pembicaraan mereka dan Aifah sangat marah pada Maul .
Aifah :  Maul! kamu ngapain minta maaf sama dia?
Maul : Aku sudah sadar, ternyata kita memang salah, Fah. Dia gak penah ngejek kita, sedangkan kita ngejek dia terus.
Aifah : Halah! Alasan! gak usah munafik deh
Guru : eh, ada apa ini? sesama teman kok saling bertengkar
Aifah : Ini bu, mereka ngejek aku
Maul : Hah, ngejek apaan ? *heran*
Guru :  Aifah, bukan kamu yang ngejek mereka? Kamu jangan bohong .  
Aifah :  E-E-Enggak kok bu *mulai terpojokkan* Ibu kok belain mereka?
Guru : Ibu tadi sudah mendengar pembicaraan kalian. Jadi nggak usah bohong  
                Ibu guru membawa mereka bertiga ke ruang BK dan menasehatinya .
Guru : Kalian seharusnya bisa menyelesaikan masalah kalian tanpa pertengkaran apalagi kalian sudah SMA. Dan kamu Aifah, Ibu tahu sifat kamu, jadi kamu gak usah bohong . Seharusnya kamu menjadi penengah bukan malah memperkeruh suasana. ibu harap kalian tidak mengulanginya lagi.
                Mereka pun meninggalkan ruang BK. Aifah sangat kesal dan berniat untuk mencelakai Nila pada saat pulang.

Aifah: itu kan, Nila. *turun dari mobil* *menghampiri Nila*

Aifah : Hei Nila! Ini gara-gara kamu, Ibu guru sangat marah padaku! *mendorong Nila*

                Aifah mendorong Nila dari trotoar hingga terdorong di jalan raya dan tanpa diduga Ada mobil yang lewat dan menabrak Nila. Maul melihat kejadian itu dan segera menelfon Mamanya.

Maul : Mama! Ma! Temen aku!

Dokter : bicara yang jelas, Maul!

Maul : temen aku, Nila, dia ditabrak mobil. Tolong kirim ambulans di sekolah! Cepet, ma!

Dokter : iya tunggu Mama kirimin.

Maul : Aifah, kenapa Nila bisa tertabrak?!

Aifah : A-aku gak sengaja, gimana ini? *menangis*

                Maul ikut ke klinik dan menceritakan bahwa kepada Mamanya bahwa Nila adalah anak pasien yang pincang. Kemudian, dokter menelfon Mama Nila dan beliau segera ke rumah sakit. Setibanya di rumah sakit, Mama Nila segera menanyakan keadaan anaknya.

Mama : bagaimana keadaan anak saya, dok? *panic*

Dokter : Ibu tolong jangan panik, kami akan melakukan penanganan yang terbaik.

                Dokter memeriksa keadaan Nila di UGD. Setelah keluar, dokter memberi tahu bahwa Nila membutuhkan donor ginjal.

Dokter : Nila membutuhkan donor ginjal dan itu sangat tidak mungkin karena—

Mama : tolong gunakan ginjal saya, dokter. Saya tidak peduli asalkan anak saya selamat.

Dokter : tapi Ibu harus tahu bahwa resikonya sangat tinggi dan memakan biaya yang banyak

Mama : tidak apa-apa, dok. Ambil semua harta benda saya, saya ikhlas demi anak saya.

Dokter : baiklah, mari ke ruang operasi karena keadaan Nila sudah sangat kritis.

Mama : dok, apa pun yang terjadi tolong berikan ini kepada anak saya setelah dia bangun *memberi surat*

Dokter : Tentu saja, Bu *mengambil surat tsb*

                Akhirnya operasi pendonoran ginjal berhasil. Tapi sayangnya, Mama Nila tidak sadarkan diri. Dokter telah melakukan yang terbaik namun Mama Nila tidak dapat ditolong. Nila terbangun dan melihat di samping tempat tidurnya dan melihat Mamanya yang sudah tidak bernyawa. Ia menangis.

Nila : Mama, bangun! Bangun! Maafin aku, ma! Aku udah durhaka sama Mama. Maafin aku ya, ma!

Aifah : Nil, Aku minta maaf. Aku bener-bener menyesal.

Maul : Nil, yang sabar.

Dokter : *sambil mengelus* yang tabah, Mama kamu sangat menyayangi kamu

Guru : itu benar, kamu harus kuat dan sabar menghadapinya.

Dokter : Oh ya, Nila sebelum operasi mama kamu menitip ini



Nila : Ini surat dari mama aku? *membuka dan membacanya*


Untuk anakku tersayang,
Nak maafin mama yah, kalau mama nggak bisa jadi mama yang baik buat kamu. Mama malah bikin kamu malu. Mama tahu kok kamu sangat tertekan karena ejekan teman kamu sehingga kelakuan kamu berubah. Asal kamu tahu mama sangat menyayangi kamu sampai kapan pun. Maafkan mama Nila.
Mama 

TAMAT

Pesan moral: Jangan menghina kekurangan orang lain karena di dunia ini tidak ada manusia yang sempurna. Kita juga harus menyayangi orang tua kita dalam keadaan apa pun karena orang tua kita sangat menyayangi kita dan tidak ada yang dapat melampaui kasih sayang orang tua. Terima kasih.

Jumat, 14 Februari 2014

Drama Bahasa Inggris 6 Orang "Little Red Riding Hood"

This is the clean version of Little Red Riding Hood and not the original version. In the original version there are some violence action and I think that's not a good story for child audience. I'm copying some of the story from some blogs but just the beginning and the next is my version. Feel free to copast it but remember it's not the original version, it's the clean version ;)

ENGLISH
“LITTLE RED RIDING HOOD”



Little Red Riding Hood

Narrator: Once upon a time there was a very beautiful girl who lived in a village near the forest with her mother. One day her grandmother gave her a very nice red riding cloak, that is why everybody in the village called her Little Red Riding Hood. One day…

Little Red Riding Hood: Did you call me, mother?

Mother: Yes, Little Red Riding Hood. Your grandmother is very sick. I want you to go to her house and take her this little basket with some bread and cakes.

Little Red Riding Hood: Yes, mother.

Mother: But don´t stop in the forest, and don´t talk to stranger. Do as I say, and get soon to your grandmother´s house.

Little Red Riding Hood: Yes, mother.
Narrator: Little Red Riding Hood went through the forest with the little basket for her grandmother who lived in a nearby village. Through the forest she saw some red strawberries.
Little Red Riding Hood: What lovely strawberries! And so red. They're nice and ripe, and so big! Yummy! Delicious! Just another one. And one more. This is the last. Well, this one Mmmm.
Narrator: Suddenly a yellow butterfly fluttered down through the trees. Little Red Riding Hood started to chased it.
Little Red Riding Hood: Butterfly! I'll catch you! I'll catch you!
Narrator: And she saw beautiful flowers and left her little basket in the ground and picked up some flowers.
Little Red Riding Hood: Oh, what a beautiful flowers! I will take some to my grandmother.
Narrator: Two wicked eyes were spying on her from behind a tree a strange rustling in the woods made Little Red Riding Hood's heart thump. Now quite afraid she said to herself.
Little Red Riding Hood: I must find the path and run away from here!
Wolf: Good morning Little Red Riding Hood! Ha, ha, ha, ha, ha.

Little Red Riding Hood: Good morning, Mr. Wolf.

Wolf: Where are you going so early?

Little Red Riding Hood: I am going to my grandmother´s house to take her this little basket with some bread and cakes.

Wolf: Ha, ha, ha, ha, ha… and does your grandmother live far from here?

Little Red Riding Hood: Oh no, Mr. Wolf, she lives just across the forest in the first little house in the village… the one with the white door.

Wolf: Good-bye, Little Red Riding Hood. I hope she gets better. And look, do you see that road?

Little Red Riding Hood: Yes, I do.

Wolf: Just follow that road and you will get soon to your grandmother´s house.

Little Red Riding Hood: Oh, yes I will, thank you!

Wolf: Good-bye, perhaps we’ll meet again.

Narrator: The wolf loped away thinking to himself.

Wolf: First, I’ll eat the foods and then eat the grandma and grandchild ha ha ha

Narrator: Little Red Riding Hood kept looking for flowers disobeying her mother who told her not to stop in the forest and to get soon to her grandmother´s house. Meanwhile, the wolf knocked at Little Red Riding Hood grandmother´s house.

Grandmother: Who´s there?

Wolf: It´s me grandmother, Little Red Riding Hood, I came to bring you a little basket with some bread and cakes.

Grandmother: Come in my little daughter, push the door.

Wolf: Grrr!!!

Grandmother: Who are you?!

Narrator: A few minutes later Little Red Riding Hood arrived at her grandmother´s house. She knocked at the door.

Wolf: Who´s there?

Little Red Riding Hood: Grandmother, it´s me, your granddaughter, Little Red Riding Hood. I came to bring you a little basket with some bread and cakes.

Wolf: Come in my little daughter, push the door.

Narrator: Little Red Riding Hood entered the little house. She went straight to her grandmother´s room, and in the bed there was the Wolf dressed with her grandmother´s clothes.

Wolf: Come in, my little girl. Rest for a while

Little Red Riding Hood: What a deep voice you have!

Wolf: The better to greet you with.

Little Red Riding Hood: Goodness, what big eyes you have!

Wolf: The better to see you with

Little Red Riding Hood: What a big mouth you have!

Wolf: The better to eat you with!

Narrator: And the Wolf catched and hide her in the cupboard and lock the cupboard. The wolf went to kitchen and ate all the foods in the refrigerator. In the meantime, a hunter had emerged from the woods, and notice the cottage, he decided to stop and ask for a drink. But when he came, he saw a big wolf slept in the grandmother’s bed.

Hunter: I’m so thirsty chasing that bad wolf! Maybe someone in the cottage will kindly give me a drink. Wait, what is that? The Wolf! He won’t get away this time!

Narrator: Without making a sound, the hunter loaded his gun and gently opened the window. He pointed straight at the wolf's head and BANG! The wolf was dead.

Hunter: Got you at last! You’ll never frighten anyone again! I think I hear a sound.. Yeah, in the cupboard!

Little Red Riding Hood and Grandmother: Help! Help!

Narrator:  The Hunter open the cupboard and saw grandmother and Little Red Riding Hood hugged each other while Little Red Riding Hood crying.

Hunter: Don’t worry, the wolf is dead and there’s no danger on the path. It’s safe to go home now.

Little Red Riding Hood: Grandmother, I’m so scared!

Grandmother: Don’t worry, my girl. You arrived just in time. Thank you.

Narrator: Much later, Little Red Riding Hood’s mother arrived and worried because her little girl had not come home.

Mother: Little Red Riding Hood! Are you okay? And why there is a wolf here?

Hunter: This wolf had bothered the villagers since a long ago and I came here to catched it.

Mother: Thank you so much, sir! You safe my mom and my little girl!

Hunter: With pleasure. And I’ve to go now to take this wolf away.

Grandmother: This will be a lesson for you, Little Red Riding Hood. Now you will never disobey your mother again.

Little Red Riding Hood: Yes, grandmother!

Mother: Mom, I think I’ve to go home now with Little Red Riding Hood because I’m worry that something bad happen again.

Grandmother: It’s okay. Thank you for the bread and cakes. Fortunately , the wolf haven’t eat the bread and cakes.

Little Red Riding Hood: Bye-bye grandmother!

Narrator: Little Red Riding Hood and her mother got home safely. The wolf is now gone and there is no danger anymore.


THE END